Pendudukan Jepang dan perjuangan Bangsa Indonesia untuk Merdeka

 


Tuhan yang Maha Esa menciptakan manusia dengan kesempurnaan ide/akal dan pikiran. Kemerdekaan adalah suatu ide/akal dan pikiran, cita-cita, tujuan bagi setiap bangsa di muka bumi ini. Begitu juga bangsa Indonesia, bagi bangsa Indonesia paling tidak cita-cita sebagai negara merdeka sudah ada sejak Masa Pergerakan Nasional Tahun 1908.

Tidak pernah terbayangkan pendudukan Jepang di Indonesia dapat berakhir. Bangsa Indonesia mampu mengumumkan kemerdekaan ya. Indonesia termasuk sekelompok kecil bangsa yang memperoleh kemerdekaan bukan sebagai pemberian penjajah, atau sebagai hasil suatu proses damai belakang. 

Kemerdekaan yang kita miliki sekarang diraih melalui suatu perjuangan yang panjang dan berat, dengan titik puncaknya di kumandangkan proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945.

Apakah tanggal 17 Agustus 1945 merupakan akhir dari perjuangan meraih kemerdekaan? Bagaimana kronologi perjuangan bangsa kita meraih kemerdekaan? Apa saja peristiwa yang terjadi menjelang dan sesudah peristiwa kemerdekaan Indonesia? Untuk lebih jelasnya, simak materi berikut dengan seksama! 


A. Pendudukan Jepang di Indonesia

1.Latar belakang pendudukan Jepang atas Indonesia

Sejak zaman Restorasi Meiji(1868) Jepang tumbuh menjadi negara Industri maju, serta memperoleh kedudukan terkemuka diantara bangsa-bangsa di dunia. Penduduk Jepang pun meningkat tajam seiring dengan kemakmuran dan kemajuan ekonomi yang telah di capainya. Oleh karena itu, Jepang berusaha memecahkan masalah ini dengan menempuh dua jalan, yaitu memperluas daerah industrialisasi dan melakukan ekspansi wilayah. 


Ingin mempelajari tentang ilmu fisika tentang  efek dari pemanasan global, baca selengkapnya:Dampak pemanasan global bagi lapisan ozon



Penyerbuan Jepang ke Asia Pasifik di awali dengan serangan tiba-tiba terhadap pangkalan angkatan laut Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawai pada tanggal 7 Desember 1941. Jepang menganggap pangkalan ini sebagai penghalang utama untuk menguasai Asia Pasifik, di samping pusat pertahanan AS di Filipina. 

Setelah menghancurkan Pearl Harbour, Jepang bergerak menuju Hongkong yang saat itu diduduki oleh tentara Gurkha dari Inggris. Pada tanggal 25 Desember 1941. Jepang berhasil menguasai Hongkong. Sasaran ekspansi Jepang berikutnya adalah Malaysia, yang merupakan daerah vital pertahanan Inggris. 

Setelah menguasai Malaysia, Jepang melanjutkan serangannya ke Burma(Myanmar). Dari Burma, Jepang bergerak ke Filipina. Jepang mengetahui, bahwa Filipina merupakan pusat pertama Sekutu yang terpenting setelah Pearl Harbour. Keberhasilan Jepang menguasai Filipina makin melancarkan jalan dalam upaya nya menguasai seluruh Asia Tenggara, termasuk Indonesia. 

2.Perahlihan kekuasaan

 Penyerbuan tentara Jepang ke Indonesia di awali dengan di kuasainya Tarakan pada tanggal 10 Januari 1942, kemudian di susul penguasaan atas Balikpapan, Manado, Ambon, Makassar, Pontianak dan Palembang. Dari wilayah tersebut kekuatan militer Jepang bergerak menuju ke pulau Jawa. 

Pada tanggal 1 Maret 1942, Jepang mendarat di Banten, Indramayu, dan Rembang. Batavia dapat diduduki pada tanggal 5 Maret 1942,begitu juga daerah Surakarta, Cikampek, Semarang dan Surabaya pun dapat di kuasai Jepang. 

Pada akhirnya tanggal 8 Maret 1942 di bawah panglima militer Ter Poorten dan Gubernur Jenderal Tjarda Van Starkenborgh Stachouwer, Belanda menyatakan menyerah tampa syarat kepada Jepang di wakili oleh Letnan Jenderal Hitoshi Immamura. Penyerahan tersebut di lakukan di Kalijati, Subang. Mulai saat itu berakhirlah kekuasaan pemerintah kolonial Belanda dan di mulailah pendudukan militer Jepang di Indonesia. 


Ingin mempelajari materi biologi tentang manfaat ilmu biologi silahkan baca selengkapnya:Ruang lingkup Biologi bagi mahkluk hidup dan kehidupan 



3. Pengaruh pendudukan Jepang di Indonesia

 A. Bidang ekonomi

Pemerintah Jepang mengembangkan pola ekonomi perang di mana setiap wilayah harus melaksanakan Autarki, artinya setiap daerah harus memenuhi kebutuhannya sendiri dan memenuhi kebutuhan perang. Tuntutan kebutuhan perang pada tahun 1942 semakin meningkat. Rakyat di tuntut untuk menaikkan produksi tanaman jarak dan menjadi pekerja romusha. 

B. Mobilitas sosial

Di samping menguras sumber daya alam, Jepang juga melakukan eksploitasi tenaga manusia. Puluhan hingga ratusan ribu penduduk Indonesia di kerahkan untuk kerja paksa guna membangun sarana dan prasarana perang Jepang. Untuk mengerahkan tenaga kerja, tiap-tiap desa di bentuk panitia pengerahan tenaga yang di sebut Rumokyokai. Jepang juga memobilisasi para pemuda untuk membentuk tentara cadangan, yang di harapkan membantu Jepang melawan Sekutu. 

C. Bidang birokasi

Setelah Jepang berhasil menguasai wilayah Indonesia makan Jepang segera membagi wilayah Indonesia menjadi 3 pemerintahan militer pendudukan, sebagai berikut. 

  • Wilayah satu, meliputi Jawa dan Madura, yang di perintahkan oleh Angkatan Darat yang berpusat di jakarta (Tentara Keenam Belas). 
  • Wilayah dua, meliputi Sumatra, di perintah oleh Angkatan Darat yang berpusat di Bukittinggi (Tentara Kedua Puluh Lima). 
  • Wilayah tiga,meliputi Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, dan Maluku yang di perintah oleh Angkatan Laut yang berpusat di Makassar (Armada Selatan Kedua). 
D. Bidang Militer

Keadaan Perang Pasifik mulai berubah pada awal tahun 1943. Ekspansi tentara Jepang berhasil di hentikan Sekutu sehingga Jepang beralih ke startegi bertahan. Karena sudah kehabisan tenaga manusia, pemerintah militer Jepang mulai memikirkan pengerahan pemuda-pemudi Indonesia guna membantu Jepang perang melawan tentara Sekutu. Organisasi semi militer yang di bentuk Jepang, sebagai berikut. 


Ingin mempelajari tentang manfaat ilmu kimia bagi kehidupan, baca selengkapnya:Manfaat dan peranan ilmu kimia bagi kelangsungan mahluk hidup



1) Seinendan( Barisan Pemuda) 

 Organisasi ini di bentuk pada tanggal 09 Maret 1943.Anggotanya terdiri atas para pemuda yang berumur 14 sampai 22 tahun. Mereka di didik secara militer agar nantinya dapat mempertahankan tanah air mereka dengan kekuatan sendiri. Akan tetapi, tujuan yang sebenarnya adalah mempersiapkan para pemuda Indonesia untuk membantu tentara Jepang dalam menghadapi Sekutu dalam perang Asia Timur Raya(Perang Pasifik). 

2) Keibodan(Barisan Pembantu Polisi) 

Organisasi ini di bentuk pada tanggal 29 April 1943.Anggotanya berusia 23 sampai 25 tahun. Barisan serupa di Sumatra di sebut dengan Bogodan, sedangkan di Kalimantan di sebut Borneo Konen Hokukudan. Mereka memperoleh pendidikan guna membantu tugas-tugas Polisi Jepang. Organisasi Keibodan berada di bawah pengawasan polisi Jepang secara ketat agar anggotanya tidak terpengaruh oleh golongan nasionalis. 

3)Heiho(Pembantu Prajurit Perang) 

 Heiho adalah organisasi militer yang anggotanya adalah orang-orang Pribumi, dibentuk pada April 1943. Para anggotanya mendapatkan pelatihan kemiliteran yang lengkap. Setelah lulus, anggotanya langsung di masukan ke dalam kesatuan Komando Tentara Jepang dan siap di kirim ke medan perang, seperti ke Malaysia, Birma, dan Kepulauan Solomon. 

4)Fujinkai(Barisan Para wanita) 

 Organisasi ini di bentuk pada Agustus1 943. Anggota Fujinkai terdiri kaum wanita berusia 15 tahun keatas. Tujuan di bentuk adalah untuk membantu tentara Jepang dalam berperang. 

5) Jawa Hokokai(perhimpunan kebaktian rakyat Jawa) 

 Perkumpulan ini di bentuk pada tanggal 1 Maret 1994 Setelah Pusat Tenaga Rakyat di bekukan. Jawa Hokokai adalah organisasi resmi pemerintah yang di awasi langsung oleh para pejabat militer yang di persiapkan sebagai gerakan total dalam menghadapi serangan Sekutu. Tugas pokoknya adalah mengumpulkan dana, bahan pangan, dan besi-besi tua untuk keperluan perang. 

6) Seisyintai(Barisan Pelopor) 

 Badan ini merupakan bagian dari Jawa Hokokai, di bentuk pada tanggal 25 September 1944. Tujuannya adalah meningkatkan kesiapsiagaan rakyat, terutama para pemuda untuk bertahan total bila di serang Sekutu. Oleh karena itu, Seisyintai merupakan kekuatan inti Jawa Hokokai, maka tampuk kepemimpinan di serahkan kepada tokoh-tokoh pergerakan nasional, seperti Bung Karno, R. P Soeroso, Otto Iskandar Dinata, dan Buntaran Martoatmojo. Badan ini juga di beri latihan dasar kemiliteran. 

7) Pembela Tana Air (Peta) 

Organisasi ini di bentuk pada tanggal 3 Oktober 1943. Tugasnya mempertahankan Indonesia dengan sekuat tenaga bila terjadi serangan Sekutu. Pembentukan Peta dilakukan atas perintah Gatot Mangku praja kepada panglima tertinggi Jepang Letjen Kumaikichi Harada pada tanggal 7 September 1943.


Ingin mempelajari tentang teks cerita sejarah dalam artikel bahasa Indonesia, baca selengkapnya:Memahami struktur, kaidah , menganalisis dan mengevaluasi teks cerita sejarah

Post a Comment

0 Comments