Biologi: Pertumbuhan dan perkembangan mahkluk hidup(Manusia, Hewan dan tumbuhan)

 Daftar isi :




PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN



Pada saat ayah anda makan buah-buahan(misalnya jeruk), sering menemukan biji-biji kecil di dalamnya. Pernahkah terpikir, bahwa dari sebutir biji yang kecil tersebut, suatu saat akan tumbuh menjadi pohon jeruk yang besar, lebat, serta menghasilkan bunga dan buah dengan biji di dalamnya? Perhatian pula, seorang bayi yang mungil suatu saat akan tumbuh menjadi Anak-anak, remaja, serta menjadi seorang yang dewasa yang tubuhnya besar dan tinggi. Proses apakah yang mereka alami? Apakah organisme lainnya juga akan mengalami perubahan yang demikian? 

Salah satu ciri mahkluk hidup adalah tumbuh dan berkembang, apakah pertumbuhan dan perkembangan itu? Pada artikel ini, kita akan membahas Biologi: Pertumbuhan dan perkembangan mahkluk hidup(Manusia, Hewan dan tumbuhan). 



1.PENGERTIAN  PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA MAHKLUK HIDUP

Pertumbuhan  adalah peristiwa perubahan biologis yang terjadi pada seluruh mahkluk hidup berupa pertumbuhan ukuran, volume, tinggi, dan massa yang bersifat irreversible. 

Sifat irreversible berarti perubahan yang sudah terjadi tidak akan kembali lagi. Contohnya pada saat bayi lahir hanya memiliki berat badan sekitar 3 kg dengan tinggi badan hanya sekitar 50 cm, namun setelah dewasa memiliki berat badan sekitar 50 kg dan tinggi badan 160 CM. Orang dewasa tersebut tidak akan berubah menjadi bayi yang kecil. 

Pertumbuhan pada organisme bersel satu(uniseluler), amoeba dan paramaecium di sebabkan oleh bertambah besarnya ukuran sel. Sementara itu, pertumbuhan pada organisme yang bersel banyak (multi seluler), misalnya ayam, kelinci, sapi dan manusia di sebabkan oleh bertambahnya jumlah sel dan ukuran sel. 

Pertambahan jumlah sel di sebabkan oleh aktivitas pembelan sel-sel tubuh, terutama sel-sel jaringan embrionak pada hewan. 

Perkembangan adalah proses menuju tercapainya kedewasaan. Perkembangan tidak dapat di ukur secara kuantitatif, tetapi secara kualitatif

Tanda-tanda kedewasaan setiap organisme berbeda-beda, tetapi secara umum di tandai dengan kematangan fungsional pada organisme menjadi lebih sempurna. Sebagai Contoh seorang di nyatakan dewasa, jika laki-laki memiliki kumis atau jenggot, jakun dan suara membesar;wanita dewasa memiliki ciri-ciri tumbuh payudra dan mengalami menstruasi;sedangkan tumbuhan yang sudah dewasa dapat menghasilkan bunga, buah dan biji. 

Pola pertumbuhan pada tumbuhan berbeda dengan pertumbuhan pada hewan dan manusia. Masa pertumbuhan pada tumbuhan dapat berjalan terus-menerus atau lama hidupnya, sepanjang ada faktor-faktor yang mendukung. 

Hewan dan manusia memiliki masa pertumbuhan sangat terbatas. Kecepatan pertumbuhan dan perkembangan organisme berbeda-beda dan sangat di tentukan oleh 2 faktor, yaitu:

  • Faktor internal, merupakan faktor yang di peroleg dari sifat keturunannya berupa gen dan hormon. 
  • Faktor eksternal, merupakan faktor yang berpengaruh dari luar tubuh dan mempengaruhi kecepatan pertumbuhan dan perkembangan manusia,Antara lain gizi, makanan terutama protein. 


2.PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN

Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan tingkat tinggi di awali dari biji. Biji merupakan hasil penumbuhan(fertilisasi) antara spermatodid dengan ovum yang tumbuh menjadi zigot. Zigot kemudian menjadi embrio. Embrio di dalam biji di lengkapi cadangan makanan (endosperma). 

Selanjutnya embrio akan berkacambah menghasilkan individu muda. Dalam perkecambahan tersebut, sel-sel emberio membelah. Proses ini menghasilkan banyak sel dengan bentuk, letak, fungsi, struktur dan susunan biokimia yang berbeda-beda. 

Pertumbuhan merupakan hasil dari tiga kegiatan, yaitu. 

  • Pembelahan sel, yaitu sek membela secara mitosis untuk menghasilkan dua sel anak. Dua sel anak ini membentuk kemudian akan membela lagi menghasilkan empat sel anak, dan seterusnya hingga terjadi pertambahan jum sel. 
  • Pembesaran sel, yaitu pertambahan ukuran sel anak sebagai akibat bertambahnya subtansi material dalam sel. 
  • Di ferensi sel-sel, yaitu perubahan sel-sel selama masa pertumbuhan hingga terbentuk organ-organ yang mempunyai struktur dan fungsi berbeda, misalnya akar, batang dan daun. 

A.  Struktur Biji

Biji yang sudah cukup dewasa yang terdapat dalam buah-buahan yang sudah masak, secara fisik terasa keras jika di pegang karena sudah mengalami  dehidrasi menjelang pematangannya. 

Kandungan air di dalam biji sekitar 5 - 10 % dari bobotnya. Di dalam biji, terdapat embrio yang di kelilingi oleh kotiledon yang membesar karena mengandung cadangan makanan (endosperma). 

Embrio dan endosperma di bungkus oleh selaput biji (seed coat) yang terbentuk dari integumen bakal biji. Biji tumbuhan di bedakan menjadi dua macam yaitu biji Monokotil (berkeping satu) dan biji dikotio( berkeping dua). 


B. Proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan

Proses pertumbuhan dan perkembangan di mulai dari tahap embrio hingga menjadi tumbuhan lengakap(tumbuhan dewasa). Proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan di bagi menjadi tiga tahap, yaitu. 

1. Perkecambahan

a. Fisiologi perkecambahan

Perkecambahan merupakan berakhirnya masa dormansi biji. Masa dormansi biji adalah masa ketika sel-sel penyusunannya tidak aktif membelah atau tidak tumbuh, tetapi sel tersebut tidak mati. 

Pengakgiran masa dormansi biji memerlukan kondisi lingkungan tertentus, misalnya biji tumbuhan gurun hanya berkecambah setelah curah hujan memadai( air cukup). 

b. Tipe perkecambahan

Berdasarkan letak ketilodin pada saat biji berkecambah tipe perkecambahan di bedakan menjadi dua bagian, yaitu:

  • Perkecambahan tipe hipogeal di tandai dengan terbentuknya bakal batang yang muncul ke permukaan tanah, tetapi kotiledon tetap berada di dalam tanah. Hal ini terjadi karena pertumbuhan memanjang bagian epikotil menyebabkan plumula keluar menembus kulit biji dan muncul di atas permukaan tanah. Contohnya, kacang sapri, padi, dan jagung. 

  • Perkecambahan tipe epigal, di tandai dengan bagian hipokotil tumbuh memanjang, akibatnya kotiledon dan plumula terdorong keatas permukaan tanah. Contohnya kacang hijau, melon, jarak, dan kacang tanah. 


2. Pertumbuhan Primer

Setelah biji berkecambah, selanjutnya akan membentuk akar, batang, dan daun. Pada bagian ujung akar dan ujung batang, terdapat jaringan sel-sel yang aktif membelah secara mirotis, yang di sebut maristen primer. 

Proses pertumbuhan memanjang pada ujung akar dan ujung batang di sebut pertumbuhan primer. 


a. Titik tumbuh akar

Titik tumbuh akar merupakan bagian jaringan meristem akar yang di lindungi oleh tudung akar(kaliptra). Berdasarkan aktivitas sel dan struktur jaringannya, titik tumbuh akar di bagi menjadi tiga daerah, yaitu:

  • Zona pembelahan sek tersusun dari kumpulan sel yang berukuran kecil, berdinding tipis, berbentuk seragam, dan sel-selnya aktif membela secara cepat. 
  • Zona pemanjangan terletak di belakang zona pembelahan sel-selnya memanjang sampai berukuran sepuluh kali panjang semula sehingga mendorong ujung akar. Sel-sel penyusunannya tampak berbeda baik ukuran maupun bentuknya. 
  • Zona diferensiasi ( pematangan sel) menunjukkan perbedaan bentuk dan ukuran sel-sel yang semakin jelas. Dinding sel mengalami penebalan karena terjadi penimbunan subtansi material kedalamnya. 

Jaringan primer akar terbentuk dari tiga jenis jaringan maristem primer sebagai berikut. 

  • Protoderm, yaitu maristem primer yang terletak paling luar dan akan membentuk epidermis. 
  • Prokambium, terletak di bagian  paling dalam, akan menjadi Stele yang terdiri atas partikek, berkas pembuluh xilem dan floem. Dari lapisan sel-sel presikel, dapat tumbuh akar lateral(samping).  
  • Maristem dasar, terletak di antara protoderm dan prokambium, akan membentuk jaringan dasar, yaitu sel-sel parenkim pengisi korteks. 

b. Titik tumbuh batang

Titik tumbuh batang merupakan bagian jaringan maristem pada ujung batang dengan tunas dan kuncup. 

Titik tumbuh batang tidak memiliki pelindung khusus seperti ujung akar, tetapi jaringan pembalut bakal daunnya berfungsi sebagai pelindung. Titik tumbuh batang dapat di bagi menjadi tiga daerah, yaitu sebagai berikut. 

  • Zona pembelahan sel, memiliki sel-sel yang Meristematik dan juga memiliki bakal daun. Permukaan bawah bakal daun lebih cepat tumbuh di bandingkan dengan permukaan atas, sehingga daun muda melengkung menutupi ujung titik tumbuh. 
  • Zona pemanjangan, sel-sel nya mengalami pemanjangan dan pembesaran. Pada zona ini, mulai terlihat jaringan calon pembuluh. 
  • Zona diferensiasi (pematangan), sel-sel mengalami diferensiasi sehingga terbentuk beberapa lapisan jaringan dengan struktur yang berbeda, seperti epidermis, korteks, floem, dan xilem. 


3. Pertumbuhan sekunder

Pertumbuhan sekunder adalah proses batang tumbuhan yang menjadi besar karena mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan sekunder merupakan hasil aktivitas jaringan maristem sekunder yaitu kambiun pembuluh dan kambiun gabus(felogen). 

Pada umumnya, pertumbuhan sekunder terjadi pada batang tumbuhan Gymnospermae dan dikotil. Sebagian besar akar dikotil berkayu mengalami pertumbuhan sekunder. 

Tumbuhan Monokotil tidak mengalami pertumbuhan sekunder, kecuali Monokotil berkayu khususnya agave, aloe, dracaena, Pandanus, dan yucca. 

Nah setelah sedikit memahami tentang Biologi: Pertumbuhan dan perkembangan mahkluk hidup(Manusia, Hewan dan tumbuhan), sekarang kita lanjutkan artikelnya. 


4. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA TUMBUHA

Tumbuh dan kembang suatu mahkluk hidup terutama nya pada tumbuhan di pengaruhi oleh 2 faktor yaitu, sebagai berikut:

A. Faktor Luar ( Eksternal) 

Faktor luar merupakan segala sesuatu yang memengaruhi pertumbuhan dan sumbernya berasal dari lingkungan. Faktor luar yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan antara lain sebagai berikut. 

  • Nutrisi
  • Air
  • Derajat keasaman (pH) 
  • Kadar garam
  • Oksigen
  • Cahaya
  • Suhu
  • Kelembapan
  • Gravitasi
  • Sentuhan
  • Organisme parasit dan herbivora

B. Faktor Dalam ( internal ) 

Faktor dalam internal memengaruhi pertumbuhan bersumber dari dalam tumbuhan itu sendiri, yaitu gen dan hormon. 

Gen berfungsi mengatur reaksi kimia dalam sel terutama reaksi sintesis protein dan enzim sehingga memengaruhi bentuk dan ukuran tumbuhan. 

Sementara itu, hormon merupakan substansi  yang sangat aktif dalam proses metabolisme. 

Hormon tumbuhan terbagi atas beberapa bagian yaitu, sebagai berikut. 

  • Auksin
  • Giberelin
  • Gas Etilen
  • Asam Abisat
  • Kalin
  • Asam Traumalin

Itulah sederetan Biologi: Pertumbuhan dan perkembangan mahkluk hidup(Manusia, Hewan dan tumbuhan), semoga pembahasan ini membawa manfaat untuk anda semua. 

Ingin mempelajari tentang pengertian cerpen dan cara pembuatan cerpen, selengkapnya:Mengenal cerpen-pengertian, unsur-unsur, langkah membuat cerpen dan perbedaan dengan cerita lainya

Ingin mempelajari materi biologi tentang manfaat ilmu biologi silahkan baca selengkapnya:Ruang lingkup Biologi bagi mahkluk hidup dan kehidupan 




Ingin mempelajari tentang teks cerita sejarah dalam artikel bahasa Indonesia, baca selengkapnya:Memahami struktur, kaidah , menganalisis dan mengevaluasi teks cerita sejarah


Ingin mempelajari tentang ilmu fisika tentang  efek dari pemanasan global, baca selengkapnya:Dampak pemanasan global bagi lapisan ozon



Ingin mempelajari tentang sejarah Indonesia baca selengkapnya:Pendudukan Jepang dan perjuangan Bangsa Indonesia untuk Merdeka


Ingin mempelajari tentang manfaat ilmu kimia bagi kehidupan, baca selengkapnya:Manfaat dan peranan ilmu kimia bagi kelangsungan mahluk hidup




Post a Comment

0 Comments