Riview iklan MGID Publishers untuk website dan blog

Riview iklan MGID Publishers untuk website dan blog

Pendidikanbersama.com, Sudah banyak yang melakukan perbandingan antara MGID dan Google adssen tentang penghasilan yang di dapatkan. 

MGID adalah sebuah perusahaan periklanan yang memberikan kepada kalian untuk menjadi mitra kerja samanya sebagai MGID publishers. 


MGID sendiri merupakan pesaing untuk Google adssen. Di mana pembayaran MGID berbasis CPC( Cost per Clik). 


Namun, Perbedaannya cukup besar antara keduanya. Di sinilah saya akan riview iklan MGID Publishers untuk website dan blog. 

Tidak di pungkiri lagi jika MGID, merupakan salah satu alternatif adssen pada tahun 2021.

Selain pendaftaran yang begitu mudah, periklanan tersebut tidak begitu banyak memperhatikan soal konten atau kualitas konten. 

Mereka hanya melihat seberapa banyak pengunjung yang datang ke website kalian per day, dan website kalian tidak melakukan pelanggaran tools. 


Baca juga:PropellerAds - Alternatif Selain Google Adssen Tahun 2021


MGID vs Adssen

Seperti yang kalian tahu Google adssen merupakan perusahaan periklanan yang paling di minati oleh seluruh Publishers baik itu website, blog, hingga youtube. 

Google adssen menerapkan peraturan yang cukup ketat jika ingin menjadi Publishers nya. 

Berbeda dengan MGID.com, yang hanya melihat sebuah website atau blog melalui traffic hariannya. 

Pendaftaran kedua Publishers periklanan ini cukup sulit di lakukan, jika Google adssen harus berbulan-bulan untuk mendapatkan persetujuan. 

MGID justru sebaliknya hanya membutuhkan traffic website per day 3000 pengunjung dan dalam sebulan 90.000 pengunjung

Menurut survei yang di lakukan MGID, merupakan iklan yang sangat bersahabat dengan para Publishers. Berbeda dengan Publishers Google adssen. 

Sudah bukan rahasia lagi, jika publisher Adsense senantiasa merasakan kecemasan sebab terkadang diperlakukan sewenang-wenang. 

Beberapa kali para publisher pun pernah mengalami banned, bahkan yang bermain white hat pun ada yang menjadi korbannya. Bukan hanya itu, penghasilan yang sudah didapatkan pun tidak dibayarkan dengan tanpa alasan.

Review iklan MGID Bagi Publishers

Dalam riview Iklan MGID, terdapat banyak kekurangan dan Kelebihan yang bisa di bilang masi jauh dengan Google adssen. 

Bentuk iklan MGID terbilang masih cukup menoton dan bernuansa kesehatan

Terkadang iklan yang di tampilkan mengandung konten dewasa yang bisa saja membuat pembaca kabur. 

Selain itu Iklan MGID hanya bisa di tampilkan di bawah konten. Ini bertujuan agar potensi klik bisa tercipta. 

Untuk blog atau website hanya 5.000 pengunjung per day, mungkin di sarankan untuk tidak memasang Iklan MGID. 

Menurut pengalaman saya, kalian baru bisa mendapatkan penarikan uang sekitar 6 bulan, itu di sebabkan karena jarangnya pengunjung yang mengklik iklan tersebut. 

Karena MGID , menerapkan penarikan Dana minimal $ 100. Seperti Google adssen yang menerapkan pembayaran minimum $ 100.

Jadi untuk MGID Indonesia, angka tersebut begitu sulit di capai dalam waktu dekat. 

Di balik kekurangan tersebut, ada kelebihan yang di miliki oleh iklan MGID salah satunya yaitu biaya per klik atau CPC iklan, yang lumayan besar di bandingkan Google adssen. 

Jika di Adssen iklan CPC , biaya per klik Rp 500. Di MGID bisa sampai Rp 6.000 atau pun Rp7.000 tergantung dengan nicenya. 

Apakah aman menyandingkan Google adssen dengan MGID?, berikut ini penjelasannya. 

Sudah banyak website-website besar menyandingkan iklan MGID dan Iklan Google Adssen. Dengan tujuan mendapatkan pembayaran lebih, dari dua perusahaan periklanan tersebut. 

Selain itu MGID dan Google adssen sama-sama menggunakan iklan Native, dan tidak menampilkan iklan yang melanggar ketentuan atau Pedoman periklanan kedua belah pihak. 


Baca juga:Media backlink - Jasa backlink berkualitas dan Penghasil uang 


Nah, apa kalian tertarik dengan Mendaftarkan diri kalian di MGID Publishers . 

Atau jika kalian sudah mempunyai akun MGID. Silakan melakukan login dan hasil penghasilan yang baru di dunia digital, melalui MGID Login

Sekian pembahasan kami tentang MGID kurang dan lebihnya mohon di maafkan. 

Post a Comment

0 Comments