memahami makna iman kepada Rasul-rasul Allah SWT

memahami makna iman kepada Rasul-rasul Allah SWT

Pendidikanbersama.com, Nabi dan Rasul merupakan manusia terbaik pilihan Allah SWT, yang di tugaskan untuk menyampaikan wahyu dari Allah SWT. 

Mempercayai keberadaan Nabi dan Rasul merupakan kewajiban bagi umat Islam di seluruh dunia. 

Iman kepada Rasul merupakan rukun iman yang ke empat dari 6 rukun iman yang ada. 

Dalam artikel ini saya akan membagikan informasi kepada kaum muslimin, bagaimana si cara memahami makna iman kepada Rasul-rasul Allah SWT


Baca juga:Tata cara pengurusan jenazah menurut islam



A. Pengertian Iman kepada Rasul

Seperti yang saya katakan di asal bagi umat Islam wajib meyakini adanya para nabi dan rasul. Mereka adalah manusia biasa, sehingga membutuhkan makan, minum, tidur, dan berkeluarga. 

Namun para nabi dan rasul merupakan manusia yang di pilih oleh Allah sebagai manusia terbaik. Kalau manusia itu terbaik menurut Allah, pasti manusia itu benar-benar terbaik. Karena pilihan Allah pasti benar. 

Bagaimana sebenarnya beriman kepada para nabi dan rasul dan bagaimana cara meyakini para rasul dengan benar?. 

Pengertian beriman kepada para rasul dapat di ketahui melalui dua pengertian, yakni;pengertian menurut bahasa dan pengertian menurut istilah. 

  • Pengertian menurut bahasa, rasul berarti sebutan dari utusan Allah. Rasul dapat juga di artikan sebagai seseorang yang mengikuti berita-berita dari yang mengutusnya. 
  • Pengertian menurut istilah, berarti meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah swt, telah mengutus manusia laki-laki terpilih yang di beri wahyu oleh Allah SWT dan wahyu tersebut harus di sampaikan kepada umatnya sebagai pedoman dan petunjuk hidup, agar hidupnya selamat dari dunia hingga kelak di akhirat. 

Bagi umat Islam, meragukan dan akhirnya menjadi tidak percaya atas pilihan Allah terhadap para nabi dan rasul sebagai manusia terbaik hukumnya kafir. 

Dan orang-orang yang berkedudukan kafir, telah terputus hubungannya dengan Allah. Allah pun tidak akan memberikan rahmat-Nya kelak di akhirat kepada orang-orang kafir, sehingga kelak di akhirat akan bersama-sama manusia kafir lainnya menghuni neraka selama-lamanya. 


Baca juga:Tips dan doa agar wanita cepat mendapatkan jodoh


B. Cara Beriman kepada para Rasul

Agar beriman kepada para rasul dapat mendatangkan buah yang sangat bermanfaat terhadap kehidupan manusia di dunia dan akhirat, maka beriman kepada rasul harus di lakukan dengan benar. 

Cara yang benar dalam beriman kepada para rasul adalah sebagai berikut. 

1). Menyakini dengan sepenuh hati bahwa misi para rasul adalah benar-benar dari Allah SWT, sebagai buktinya para rasul diberikan panduan melaksanakan tugasnya dalam bentuk wahyu, baik wahyu dalam kitab suci, maupun dalam bentuk huruf. 

2). Tidak boleh membeda-bedakan antara rasul satu dengan rasul yang lain karena semua rasul adalah utusan Allah SWT, mereka di utus untuk mengajak manusia pada jenis umat tertentu untuk menyembah Allah SWT, dan mengemban misi hidup dengan mengikuti jalan yang lurus. 

3). Meyakini kebenaran semua yang di sampaikan kepada rasul. Para rasul telah di kodratkan oleh Allah SWT, dengan empat sifat, yaitu ; siddiq artinya benar(jujur), amanah artinya dapat di percaya, tabliq artinya menyampaikan dan fatanah artinya cerdas. 

4). Mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari. 


C. Tujuan Allah mengutus para Rasul

Tidak semerta merta Allah SWT mengutus manusia sebagai hamba terbaiknya dengan sia-sia. Sebaliknya, Allah SWT memilih seorang hamba terbaiknya sebagai rasul pasti memiliki tujuan yang amat mulia. 

Tujuannya tersebut adalah sebagai berikut. 

  • Agar manusia mengetahui misi dalam hidup. 
  • Agar manusia mengetahui konsekuensi kehidupan. 
  • Agar manusia mampu merai kehidupan yang bahagia. 
  • Agar manusia taat dan tunduk kepada aturan Allah SWT. 



D. Slisilah Para nabi dan rasul Allah SWT

Manusia yang akan beruntung dan bahagia adalah manusia yang merasa iri terhadap kebaikan dan mengikutinya. Sumber teladan kebaikan bagi manusia di dunia ini adalah para rasul. Para rasul adalah contoh manusia terbaik karena merupakan pilihan dan utusan Allah SWT. 

Agar menjadi manusia terbaik, manusia wajib mengikuti jejak para rasul, tidak perlu membuat idola manusia modern yang semakin jauh dari contoh kebaikan dan kebenaran yang sesungguhnya. 


E. Mukjizat Para utusan Allah

Ada dua kemungkinan konsekuensi dalam Mendakwakan agama Allah SWT, yaitu sikap menerima dan sikap menolak. 

Hal seperti ini terjadi dan dialami oleh setiap utusan Allah SWT. Bagi yang menerima dakwah agama, manusia akan menjadi saudara dan umat yang setia. Sementara itu, bagi yang menolak, akan menjadi musuh dan rintangan dalam berdakwah. 

Kondisi yang demikian, menjadi penyebab Allah SWT, memberikan mukjizat kepada rasul. Mukjizat adalah sesuatu yang luar biasa, datang dari Allah dan diberikan hanya kepada para rasul, sebagai bentuk senjata dalam mengemban misi kerasulan. 

Fungsi mukjizat adalah untuk mengalahkan segala bentuk rintangan, tantangan, dan ancaman dalam Mendakwakan agama Allah SWT. 


 Baca juga:Soal jodoh, Islam Masi Tertinggal Jauh dibandingkan Kristen-Aplikasi jodoh Kristen


 Bagaimana artikel diatas apakah kalian sudah paham dengan makna beriman kepada Rasul Allah SWT. 

Kesimpulan bahwa Allah mengutus manusia terbaik dalam bentuk rasul agar manusia di muka bumi ini bisa hidup tenang dan tentram serta bahagia di dunia maupun di akhirat. 

Terima kasih telah membaca kurang dan lebih mohon di maafkan. 

Post a Comment

0 Comments